investasi

Belajar bagaimana cara untuk berinvestasi adalah pelajaran hidup yang paling penting. Dibawah ini adalah strategi investasi untuk beberapa orang yang ingin memulai investasi uang tanpa obsesi.

Disini anda tidak perlu menempuh jenjang pendidikan tertinggi untuk memulai investasi, pada kenyataannya, anda bahkan tidak perlu lulus perguruan tinggi. Anda hanya perlu memiliki pemahaman dasar tentang bisnis dan memiliki kepercayaan diri untuk membangun rencana – menganggap rencana bisnis itu seperti hidup anda. Anda tentu bisa melakukannya.

  • Mengapa investasi bisa menjadi sesuatu yang menakutkan?

Bagi sebagian besar dari kita, uang dan investasi tidak dibahas di rumah. Mata pelajaran ini bahkan mungkin tabu dalam rumah tangga tertentu – sangat mungkin, di rumah tangga yang tidak memiliki banyak uang ataupun investasi.

Jika orang tuamu atau salah satu orang yang anda cintai tidak mandiri secara finansial, mereka mungkin tidak dapat memberikan nasihat keuangan yang bijak. Dan bahkan jika keluarga anda baik, tidak ada jaminan bahwa nasihat keuangan mereka terdengar masuk akal bagi anda. Banyak orang tua yang mendorong anak-anaknya untuk membeli rumah selama puncak kekayaannya, karena didalam hidupnya, harga perumahan akan meningkat.

Secara keseluruhan, investasi pertama yang anda lakoni mungkin akan menjadi suatu bagian yang paling sulit.

  • Tujuan investasi

Tentu saja setiap orang memiliki tujuan finansial yang berbeda – semakin anda mempelajarinya, semakin anda percaya diri untuk menentukan jalan anda sendiri. Tetapi inilah tujuan finansial dasar untuk berusaha ke arah:

Setelah kerja keras selama beberapa dekade, saya ingin menghasilkan uang lebih banyak dari yang saya bisa habiskan dan berinvestasi dalam perbedaan. Pada saat saya pensiun, saya ingin investasi tersebut menghasilkan uang yang cukup – melalui dividen ataupun bunga – yang dimana saya bisa hidup dari penghasilan itu tanpa harus menjual investasi saya.

Perhatikan bagian pertama dari tujuan ini adalah tentang kerja keras. Jika anda berharap untuk mengambil sedikit uang dan menempatkan taruhan diatas keberuntungan pasar saham, anda dapat berhenti membaca artikel ini sekarang karena artikel ini tidak ditulis untuk anda. Tetapi jika anda berencana untuk bekerja selama beberapa dekade, dan ingin memastikan bahwa anda tidak harus bekerja sampai akhir hidup, anda harus menghabiskan uang lebih sedikit dari yang anda hasilkan dan berinvestasi dalam perbedaan.

Dan juga, anda akan melihat bahwa tujuan ini tidak merekomendasikan ‘tuk menjual investasimu. Orang kaya tidak menjual asetnya untuk menghabiskan uang – jika mereka melakukannya, maka kekayaan tersebut tidak akan bertahan lama. Mereka bisa tetap kaya karena asetnya memberikan arus uang yang cukup untuk mendukung gaya hidupnya. Dan aset yang memproduksi uang ini, apabila dioperasikan secara cermat maka bisa diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah cara cepat kaya raya ala orang kaya yang mereka lakukan setiap harinya.

Menikmati sisa hidup dari pendapatan investasimu dan memiliki sesuatu yang tersisa untuk orang yang anda cintai adalah sesuatu yang semua investor dambakan. Ini mungkin tidak sesuai dengan setiap orang, tetapi ini adalah sikap yang tepat.

  • Apa yang harus saya investasikan?

Investasi yang paling umum adalah saham dan obligasi, ini adalah investasi yang paling disetujui oleh penasihat keuangan dan harus dilakukan di beberapa proporsi berdasarkan keadaan pribadi anda. Saham merupakan kepemilikian parsial dari sebuah perusahaan dan obligasi adalah bentuk “saya berhutang kepada anda”. Reksa dana dapat memiliki saham atau obligasi atau keduanya atas nama anda.

Terdapat cara lain untuk berinvestasi – misalnya Real Estate Investment Trusts (REITs) – dan jenis investasi tersebut memiliki tempatnya. Tetapi anda tidak perlu fokus didalamnya apabila anda baru memulainya – berpegang teguhlah pada saham dan obligasi maka anda akan baik-baik saja. Tetapi jika anda memiliki hutang mungkin tidak masuk akal bagi anda apabila memiliki obligasi untuk melakukan investasi.

  • Apakah saya harus berinvestasi atau membayar hutang?

Hal ini dilaksanakan tanpa mengatakan bahwa anda tidak dapat melakukan pembayaran minimum pada utang, maka anda tidak harus berinvestasi sama sekali. Tetapi jika anda mempunyai uang tambahan yang disisakan dari setiap gaji, anda memiliki beberapa pilihan yang diantaranya dapat memiliki dampak positif pada keuangan anda, misalnya:

  1. Menggunakan semua uang tambahan tersebut untuk membayar hutang

Jika anda memiliki pembayaran bunga yang lebih tinggi dari 10%, ada baiknya jika anda lebih memilih untuk membayar utang daripada berinvestasi. Pasar saham telah mengembalikan sekitar 11% pertahun dalam jangka panjang, tetapi tidak ada jaminan didalam investasi saham – begitu pula hutang anda setelah mengalami kebangkrutan.

  1. Menggunakan semua uang tambahan untuk membeli investasi (saham, obligasi, dana)

Ini akan menjadi masuk akal apabila anda tidak berhutang dalam jumlah besar, dengan kata lain, jika tingkat bunga yang anda bayar begitu rendah. Jika biaya hutang anda kurang dari 5%, anda mungkin lebih baik menginvestasikan uang tambahan ke dalam saham atau dana saham yang telah dipilah dengan cermat. Jika biaya hipotek 5%, tentu tidak masuk akal untuk membeli obligasi yang menghasilkan 2%.

  1. Menggunakan sejumlah uang tambahan untuk membeli investasi dan sebagian lagi untuk membayar hutang

Benjamin Graham – mentor Warren Buffett – pernah mengatakan bahwa investor tidak harus memegang lebih dari 75% dari uang investasinya di kelas aset tunggal. Anda dapat menetapkan logika yang sama saat memutuskan seberapa banyak uang tambahan yang harus anda gunakan untuk melakukan investasi.

Jika anda memperlakukan hutang bunga rendah seperti obligasi, maka minimal anda akan menggunakan 25% dari penghasilan tambahanmu untuk membayar sisa hutang – sebagian lagi bisa diinvestasikan dalam saham. Jika saham atau dana saham terlalu mahal, maka anda bisa menggunakan sekitar 75% dari penghasilan tambahan untuk melunasi hutang dan sisanya 25% untuk membeli saham, meskipun harganya tinggi.

Pada akhirnya, anda harus membayar hutang dengan tingkat bunga pertama yang tinggi. Dalam situasi yang lebih rumit, mungkin saran terbaik adalah berkonsultasi dengan pakar keuangan. Saat anda berkonsultasi dengannya, pastiakn anda telah meneybutkan semua hutang dan investasi serta ide investasi anda ke depannya.

  • Mengetahui perbedaan diantara menabung dan berinvestasi

Ada beberapa langkah sebelum anda dapat menjadi seorang investor yang sukses: Anda sedang bekerja, memiliki cakupan asuransi yang penting, memiliki hutang pribadi dibawah kontrol anda dan memiliki dana darurat apabila anda kehilangan pekerjaan sewaktu-waktu.

Investasimu dan tabunganmu adalah dua hal yang sangat berbeda. Bagaimana jika pasar saham anjlok dan kehilangan pekerjaaanmu dalam waktu yang bersamaan? Jika anda tidak memiliki rekening tabungan tunai – dan tunjangan pengangguranmu tidak menutupi biaya hidup – anda mungkin harus menjual investasimu pada saat kemungkinan terburuk. Jangan jatuh ke dalam perangkap ini.